Author : Amelia Park/Park Minhee
Cast : Park Minhee (OC's)
Lee Seung Hoon (Winner)
Other Cast : Song Minho (Winner)
Cho Cheoyoung (OC's)
Bang Minah (Girls Day)
Genre : Romance,Little sad,NC 18
Aloha kambek bersama author papan bawah dan bukan papan kuburan :3/?
Jujur ini ff pertama yang di post,dari jaman bikin ff sering nulis di hape doang :|,tapi berkat Author Jewon,author udah bisa post ff di bloger/?:|,btw padalah awalnya pengen bikin NC yang 21,tapi kaga jadi gara2 author rasa ff ini hanya menonjolkan vulgar di awal2 bacaan/?,jadi mohon hargai apa yang di tulis,gomawo :3
WARNING TYPO BERTEBARAN
Author POV
Seorang lelaki tampan yang memiliki wajah dingin tengah duduk di kursi kebesaran nya,dengan menggunakan kemeja putih yang 2 kancing atas nya terbuka,merasa bosan dengan pekerjaan nya,ia mengangkat ganggang telpon dan memencet angka 1 untuk menyambungkan pada sekretaris nya
"Minhee-ah,segera ke ruangan ku"
"Sajangni..."
Lelaki itu langsung menaruh ganggang telpon itu kembali tanpa menunggu sekretarisnya selesai bicara,ia tidak mau mendengar kata penolakan dari seseorang,tidak lama bunyi ketukan pintu terdengar
"Keurae,masuklah"
Pintu pun terbuka dan menampakan sosok gadis cantik dengan balutan rok mini,rambut bergelombang gadis itu membuat kesan anggun pada dirinya,gadis itu berjalan dan berhenti di depan meja lelaki itu
"Kemarilah kau membuatku tidak bisa bekerja dengan baik"ucap lelaki itu sambil menepuk pahanya membuat gadis itu mau tidak mau berjalan mendekat dan segera duduk di pangkuan lelaki itu dan mengalungan tangan nya di leher lelaki itu,tidak lama lelaki itu langsung menyerang bibir gadis itu penuh nafsu namun segera di dorong oleh gadis itu
"Sajangnim,anda belum mengunci pintu"ucap gadis itu mengingatkan,dengan mudah lelaki itu mengambil remote otomatis untuk mengunci pintu dari jarak jauh,belum selesai gadis itu hendak berbicara lelaki itu memotong nya dengan ciuman menuntut,tangan lelaki itu mulai nakal mengelus paha mulus gadis itu,sudah 3 menit mereka bercumbu,saling melumat dan membelit lidah,merasa puas lelaki itu melepaskan ciuman dan menghapus bekas saliva di sisi bibir gadis itu
"Minhee-ah kembali lah bekerja,kita akan pulang ke apartement ku hari ini"ucap lelaki yang di ketahui bernama Seung Hoon itu dengan ekspresi yang sama,dingin
Minhee pun berdiri dan membenarkan rok dan kemeja nya,setelah selesai Minhee membunguk hormat pada Seung Hoon sebelum meninggalkan ruangan atasan nya itu,namun tangan Seung Hoon mencekal pergelangan tangan Minhee
"Sudah ku katakan rok mu terlalu pendek kenapa tidak membeli nya juga?,untungnya aku sudah membelikan rok yang panjang nya di bawah lutut untuk mu"ucap Seung Hoon berdiri lalu memungut bungkusan hitam bermerk itu lalu mengeluarkan isinya yang berupa rok berwarna hitam,ia berjalan mendekat dan berhenti di belakang tubuh Minhee,ia melepaskan kaitan rok merah milik Minhee dan menanggalkan nya,Minhee hanya memakai underwear pink berenda dengan gambar kucing membuat Seung Hoon tersenyum geli,ia mendekati telinga Minhee dan berbisik
"Celana dalam mu cantik"komentar Seung Hoon membuat pipi Minhee memerah
"Angkat kaki mu"ucap Seung Hoon sambil berjongkok di depan Minhee mencoba memasangkan rok Minhee
"Sajangnim bagaimana jika mereka ingat warna rok ku tadi,mereka akan berfikir yang tidak-tidak"ucap Minhee berbicara dengan nada pelan takut akan menyinggung Seung Hoon
"Tidak perlu khawatir,apa yang kau cemaskan?,lagi pula bukan kah sebentar lagi kita akan menikah"ucap Seung Hoon masih dengan ekspresi dingin nya
"Sajangnim apa kau masih mempermainkan wanita"tanya Minhee tiba-tiba
"Minhee-ah,aku tidak pernah mempermainkan wanita,mereka lah yang datang sendiri dan menyerahkan tubuh mereka pad..."ucapan Seung Hoon terpotong ketika Minhee membungkuk pada Seung Hoon dan mengambil rok nya yang tergeletak di lantai ke dalam bungkusan hitam tadi,ia langung melangkah pergi keluar tanpa berkata apa-apa kepada Seung Hoon,Seung Hoon hanya diam dan menghela nafas panjang,di antara orang terdekat nya Minhee lah yang mampu membuat keliaran Seung Hoon terkendali walaupun sering lepas kendali,ia lebih menurut pada Minhee ketimbang ceramahan Harabeoji nya sendiri
______
Seung Hoon masuk ke dalam rumah nya dengan tampilan kacau,kemeja putih yang sudah kusut dan tidak rapi,dasi yang sudah longgar dan jas hitam yang bertengger di bahu nya,pasalnya ia benar-benar gusar akibat kejadian tadi siang,Minhee pulang duluan tanpa mengabari nya,sepertinya Minhee marah akan perkataan tadi siang yang menurut nya begitu sembarangan,padahal Minhee adalah calon istri nya,baru saja Seung Hoon menginjakan kaki nya di tangga lantai 2,ia melihat Minhee dengan baju Baby Doll merah menuruni tangga sambil membawa gelas di tangan nya,seperti nya Minhee hendak mengambil air minum,melihat Seung Hoon yang menatap nya,Minhee pun berjalan mendekati Seung Hoon
"Kau lembur?"tanya Minhee,Seung Hoon menggeleng
"Tidak aku habis dari clu.."ucapan Seung Hoon kembali terpotong
"Jangan pulang malam lagi,Harabeoji khawatir kau pulang malam,kau tau bukan sekarang jam berapa?,jangan ulangi lagi"ucap Minhee lalu kembali melangkahkan kaki nya menuruni tangga,seperti nya gadis itu memang sengaja di jemput pengawal Harabeoji nya untuk menemani Halmoni nya di rumah besar ini
"Kau marah pada ku?"tanya Seung Hoon berbalik menatap Minhee,Minhee pun berhenti berjalan dan menatap balik ke arah Seung Hoon
"Tidak,untu apa aku marah padamu?"tanya Minhee lalu kembali melangkah menuju dapur,Seung Hoon yang kesal pun mengikuti langkah Minhee dan menarik tangan Minhee yang sedang memegang gelas,Seung Hoon merebut gelas itu dari tangan Minhee dan menghentakan nya ke atas meja makan, Minhee adalah orang yang paling mengerti diri nya dari remaja mereka sudah beteman akrab hingga saat mereka menjadi dewasa
"Kau membuat ku frustasi Minhee,kau seolah membuat ku menjadi tersangka,aku kira kau pergi keluar kota saat aku mencari mu di apartement,aku benar-benar merasa tidak ada harapan saat tidak menemukan mu di apartement,kau tidak tau apa jadi nya aku tanpa mu,selama ini aku benar-benar kesepian,jebal hajima"ucap Seung Hoon lirih matanya memerah menahan tangis,Seung Hoon memukul dadanya yang sesak dengan keras,memang selama ini Seung Hoon sangat tersiksa ketika Appa dan Eomma nya meninggal sejak ia berusia 10 tahun karena kecelakaan pesawat ketika berusaha menemui nya di Seoul saat Seung Hoon ulang tahun,sejak saat itulah Seung Hoon merasa ia tidak memiliki tempat nya bercerita dan menumpahkan segala kisahnya,sejak saat itu juga Seung Hoon merasa ialah penyebb kematian Appa dan Eomma nya
"Seung Hoon-ah!,geumanhae!"bentak Minhee ketika Seung Hoon semakin kencang memukul dada nya,Minhee menggenggam tangan Seung Hoon yang memberonta minta lepaskan
"Seung Hoon-ah,gwencana"lirih Minhee,tangan mungil itu meraba pipi Seung Hoon lembut penuh kasih sayang,Minhee pun berjingkit dan memeluk tubuh Seung Hoon yang masih menangis tertahan,banyak orang yang tidak mengetahui luka besar Seung Hoon selama ini,ia hanya bisa mengekspresikan nya lewat mimik wajah yang terlihat dingin,ia tidak tega membuat Seung Hoon terluka setelah ia mencoba menutupi nya dari keluarga dan rekan kerjanya
"Gwencana Hoon-ah,mianhae"bisik Minhee sambil menepuk punggung Seung Hoon pelan mencoba menenangkan trauma Seung Hoon yang nafas nya masih memburu
______
Minhee berjalan keluar kantor sambil bersenandung kecil,namun bunyi dering handphone membuat nya berhenti berjalan sejenak,seperti nya dering bunyi sms
'Minhee bawakan jajangmyun dan cokelat hitam panas untuk ku,jam istirahat kita makan bersama,aku akan menunggu mu di loteng'
Minhee menghela nafas melihat sms di layar screen handphone nya dengan nama 'Uri Seung Hoon',ia pun lalu melanjutkan perjalanan nya menuju kedai jajangmyun
______
Minhee berjalan menenteng 1 kantong plastik berisi jajangmyun dan kardus minuman berisi cokelat panas,Minhee berjalan menuju kursi panjang yang sudah ada duduk seorang lelaki dengan kemeja putih,siapa lagi kalau bukan Seung Hoon,Seung Hoon tengah menatap ke arah bangunan tinggi yang melibihi tinggi kantor nya,Minhee meletakan kantong plastik dan kardus cokelat panas tadi di atas kursi panjang,Minhee pun beranjak duduk di samping Seung Hoon,merasa kedatangan seseorang Seung Hoon berbalik menatap Minhee dengan ekspresi yang sama,dingin
"Kau membawa cokelat panas ku?tanya Seung Hoon
"Nee,cokelat panas hitam tanpa gula"jawab Minhee lalu menyerahkan cup gelas berisi cokelat panas kepada Seung Hoon,Minhee pun membuka kantong plastik dan mengeluarkan mangkok plastik kepada Seung Hoon,Seung Hoon pun membuka tutup nya dan terlihat memakan nya pelan,begitu juga Minhee tapi mereka hanya diam tanpa ada yang membuka suara karena sibuk menyantap jajangmyun nya
"Bagaimana Eomma dan Appa mu?,apakah appa mu baik-baik saja"tanya Seung Hoon tiba-tiba,memang saat ini Appa Minhee mendekam di penjara karena tuduhan penggelapan dana,padahal Minhee yakin Appanya tidak mungkin melakukan itu,Minhee pun menatap Seung Hoon
"Mereka berdua sangat baik,wae?"tanya Minhee balik
"Tidak,apakah salah aku bertanya?,aku hanya ingin tahu keadaan mertua ku"ucap Seung Hoon membuat pipi Minhee memerah,ia pun berdehem untuk menghilangkan rasa gugup nya,namun mereka kembali diam,tiba-tiba pernyataan Seung Hoon membuat Minhee berhenti makan
"Bukan kah menyenangkan memiliki eomma dan appa,bertukar cerita,makan bersama,berbicara bersama,dan pergi bersama,tidak kah kau ingin bersama mereka?,karena ku mereka pergi,karena aku harabeoji membenci ku,karena itu harabeoji tidak merestui ku dengan Cheoyoung"ucap Seung Hoon membuat Minhee bungkam,Cheoyoung adalah mantan kekasih nya dulu yang hilang 5 tahun lalu entah kemana,sejak itulah Minhee yang selalu berada di samping Seung Hoon hingga akhir nya hati Seung Hoon jatuh kepada Minhee,tapi walaupun begitu Minhee masih was-was an karena bagaimana pun Cheoyoung adalah mantan tersayang Seung Hoon,Cheoyoung pergi ketika mereka hampir bertunangan,itulah mengapa ia menjadi takut jika Cheoyoung kembali ke Korea dan kembali menemui Seung Hoon,ia masih tidak yakin Seung Hoon mencintainya
"Minhee,jangan melamun ketika makan"tegur Seung Hoon yang tengah memegang gelas cokelat panas nya
"A.ah,nee majjayo"ucap Minhee lalu memakan pelan jajangymeon nya,sekarang ia tidak nafsu makan ketika ingat nama Cheoyoung yang terus terbayang di pikiran nya
"Minhee"ucap Seung Hoon lagi membuat Minhee menatap Seung Hoon
"Jangan makan seperti itu"ucap Seung Hoon melihat mulut Minhee yang celemotan hitam karena terkena saos hitam dari jajangmyeon,merasa tidak memiliki tisu Seung Hoon mendekatkan wajah nya pada Minhee dan melumat bibir Minhee,membersihkan noda jajangmyeon di bibir nya,Minhee pun menutup mata nya hendak membalas ciuman Seung Hoon,namun Seung Hoon lebih dulu melepaskan ciuman dan tersenyum menatap Minhee
"Pipi mu selalu merah"ucap Seung Hoon sambil mengelus Pipi Minhee pelan,Minhee pun mendehem dan kembali memakan jajangmyeon nya,ia menjilat bibir nya yang tadi di lumat Seung Hoon,bibir nya terasa seperti cokelat membuat Minhee salah tingkah
______
Seorang lelaki paruh baya tengah duduk di kursi besar nya sambil membaca koran,namun seketika terdengar ketukan pintu dari luar membuat lelaki paruh baya itu menurunkan koran nya dan melipatnya rapi
"Masuklah"perintah lelaki paruh baya itu,tidak lama pintu terbuka dan masuk lah seorang pria dengan kemeja hitam rapi
"Ada apa?,berita buruk atau berita bagus"Tanya lelaki paruh baya itu pada suruhan nya
"Yee,tuan besar ini berita buruk"ucap pria itu berkata sopan,lelaki paruh baya itu berubah serius dan menatap pria itu
"Lanjutkan"
"Nona muda Cheoyoung kembali ke Seoul,ia menemui saya dan meminta saya menyampaikan pada anda..."
"Mworago?!"
TBC
Akhir nya part 1 selesai,rencana nya sih pengen bikin lebih panjang,tapi takut kalo readers bosan jadi di persingkat deh,BTW buat part 2 nya mungkin bakal di post 3 atau 2 hari lagi,menginat jadwal sekolah author yang padat eakk/? .___.
Tenang ini masih di awal Rating nya 18 dulu,kalo udah selesai konflik nya baru bakalan ada NC 21,jadi sabar aje sambil nunggu pohon pisang tumbuh daun nya/? XDD
Untung foto mian baru bisa pake foto Seung Hoon doang tanpa kehadiran Minhee di samping nya/?,tapi janji di Ff part berikut nya Author usahaain bikin poster nya,kemaren kaga sempat gara-gara pengen cepet selese -3-
Buat yang penasaran sama Minhee author kasih dah poto nya
Dia itu ulzzang shidae 3,nama nya Baek Jae Ah,bagi author dia ulzzang paling natural dari semua ulzzang yang author kenal,style nya juga bisa diikutin buat yang suka tampil kaya ulzzang,walaupun dia gak se perfect make up ulzzang lain nya,author lebih suka Jae Ah yang natural dengan make up tipia^^,maapkan author yang terlalu banyak omong-_-,sekian
"Mworago?!"
TBC
Akhir nya part 1 selesai,rencana nya sih pengen bikin lebih panjang,tapi takut kalo readers bosan jadi di persingkat deh,BTW buat part 2 nya mungkin bakal di post 3 atau 2 hari lagi,menginat jadwal sekolah author yang padat eakk/? .___.
Tenang ini masih di awal Rating nya 18 dulu,kalo udah selesai konflik nya baru bakalan ada NC 21,jadi sabar aje sambil nunggu pohon pisang tumbuh daun nya/? XDD
Untung foto mian baru bisa pake foto Seung Hoon doang tanpa kehadiran Minhee di samping nya/?,tapi janji di Ff part berikut nya Author usahaain bikin poster nya,kemaren kaga sempat gara-gara pengen cepet selese -3-
Buat yang penasaran sama Minhee author kasih dah poto nya
Dia itu ulzzang shidae 3,nama nya Baek Jae Ah,bagi author dia ulzzang paling natural dari semua ulzzang yang author kenal,style nya juga bisa diikutin buat yang suka tampil kaya ulzzang,walaupun dia gak se perfect make up ulzzang lain nya,author lebih suka Jae Ah yang natural dengan make up tipia^^,maapkan author yang terlalu banyak omong-_-,sekian


Di lanjutkan author-san :D
BalasHapus